BAGAIMANA HIDUP BERSAMA MASALAH

BAGAIMANA HIDUP BERSAMA MASALAH

November 27, 2019

Masalah atau problem muncul keberadaannya seiring dengan dimulainya
kehidupan. Yang sering dikategorikan dengan masalah yaitu : kesulitan, hambatan, rintangan, gangguan, sakit penyakit dlsb.

Semenjak bayi sampai dengan masa dewasa, tua, bahkan sampai ajal menjemput masalah ada setiap hari.

Ada proses yang membentuk manusia untuk lebih bisa bersahabat dengan masalah. Saat balita manusia belum punya kemampuan mengatasi masalahnya sendiri, maka itu ditanggung oleh orang tuanya, misal menyuapi atau menyusui ketika bayi menangis karena merasakan masalah lapar atau haus, memandikan dst.

Seiring bertambah usianya, seorang anak mulai perlahan-lahan belajar mengatasi masalahnya dan butuh waktu yang sangat panjang bagi seseorang untuk dapat mengatasi sebagian besar masalahnya dan inilah yang disebut mandiri ketika usia sudah dewasa.

Saat TK dan SD seorang anak masih terus merepotkan orang tuanya hanya untuk masalah belajar dan mengerjakan PR, saat SMP orang tua
dipusingkan dengan kenakalan anak dan permasalahan dengan teman-teman kelasnya, saat SMA masalahnya berbeda lagi dan saat kuliah juga masalah lain terus terjadi, demikian juga di usia bekerja dan berumah tangga.

Namun apakah setiap orang dewasa sanggup dengan tenang mengelola dan
mengatasi masalahnya ? TIDAK.

Lihatlah saja disekitar kita sehari-hari. Banyak orang yang lari dari masalah karena putus asa sementara yang lainnya selalu uring-uringan ketika datang masalah dalam hidupnya, meskipun itu hanya masalah kecil saja seperti tiba-tiba turun hujan atau jalan macet atau menghadapi anaknya yang rewel.

Apa saja faktor penentu kondisi mental seseorang sehingga mampu atau tidak di dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya :

  1. BAGAIMANA MEYAKINI DIRI SENDIRI
    Imprint atau keyakinan yang terbentuk dari masa kecil tentang kemampuan diri sendiri sangat berpengaruh. Karenanya ada yang punya percaya diri yang baik dan dengan smart mencari cara untuk mengatasi dan menyelesaikan masalahnya, tetapi sementara yang lainnya selalu kalah sebelum berusaha, bagi kelompok ini hanya orang lain sajalah yang dianggapnya mampu sehingga sering bergantung pada orang lain.
  2. CARA PANDANG TERHADAP MASALAH
    Ada perbedaan cara memandang masalah antara typical orang sukses dan typical orang gagal. Orang sukses menganggap masalah adalah batu pijakan yang diinjaknya untuk terus berproses dan bertumbuh dari bodoh menjadi pintar, dari miskin menjadi kaya, dari lemah menjadi lebih kuat.
    Orang gagal selalu ciut, takut, sedih, jengkel dan marah saat bertemu dengan masalah sebab menganggap masalah adalah sebuah penderitaan dan musibah. Mereka berdoa kiranya Tuhan membebaskan dirinya dari masalah apapun. Padahal kondisi yang diminta itu mustahil adanya.
  3. PENGALAMAN MASA LALU.
    Perjalanan hidup melewati pengalaman-pengalaman yang bisa menimbulkan akumulasi perasaan-perasaan positif maupun negatif. Trauma-trauma masa lalu sering membuat seseorang merasa tidak dapat berbuat apa-apa dan kemudian justru memilih tenggelam dalam tumpukan masalahnya, sebagian lagi alergi dan selalu menghindari kesulitan apapun dalam hidupnya yang dianggap beban dan semakin menjadi malas.
  4. COPY PASTE ATAU MENIRU ORANG SEKITAR
    Sebagian orang mengcopy paste mulai dari orang tuanya atau orang-orang terdekat lainnya tentang bagaimana sikap, cara dan kemampuan mereka itu menghadapi masalah atau kesulitannya. Contoh dari orang tua sebagai figur panutan ini sangat mempengaruhi anaknya dan copy paste sering terjadi di level bawah sadar alias tidak disengaja sepenuhnya.
  5. BAGAIMANA SESORANG MENGHARGAI HIDUPNYA
    Rasa syukur seseorang akan anugerah hidupnya dari Tuhan dan tingkat spiritual mempengaruhi bagaimana sikapnya menghadapi kehidupan. Mereka yang tebal rasa syukurnya dalam kekurangan dan kesulitan sekalipun tetap berusaha tanpa mengeluh, tetapi mereka yang kurang rasa syukurnya selalu mengeluh ketika ada masalah
    Inilah cara berdoa yang berbeda :

    “ Tuhan muluskanlah jalan hidupku dan jauhkanlah hamba Mu ini dari kesulitan atau masalah apapun”
    “ Tuhan berikanlah hamba Mu ini ketabahan, kekuatan dan keuletan agar sanggup menghadapi setiap kesulitan dan masalah sehingga Engkau mampukan hamba Mu ini menjadi pribadi yang tangguh dan sanggup membantu banyak orang “

    Doa yang benar adalah doa seseorang yang siap menerima konsekuensi hidup, sebab sesungguhnya permasalahan adalah bagian dari proses kehidupan jadi mustahil kita yang hidup di muka bumi ini mau hidup tanpa masalah, tanpa kesulitan, rasa sakit, atau kondisi yang tidak diinginkan.

    Maka berdoalah dan berusahalah . Jika itu saja belum cukup gunakan metoda ilmiah Hypnotherapy yang sangat efektif membantu anda BERUBAH.

 

Recent comments

*
*
*

Recent Posts

Recent Comments

    Archives

    Categories

    Meta

    Recent Post

    Categories

    × Konsultasi atau atur jadwal?