BPK. SUWANDI (bukan nama sebenarnya) , pengusaha 44 tahun, mengatasi temperamentalnya dengan Hypnotherapy.
Bersama istrinya, Bpk. Suwandi menceriterakan permasalahannya, dimana beliau mudah marah dan mudah tersinggung sehingga menimbulkan masalah dimana-mana, baik di tempat usahanya dengan karyawan maupun rekan-rekan bisnisnya,
PAK BONAR (bukan nama sebenarnya), pengusaha asal Sumatra 45 tahun, sembuh dari psikosomatis.
Keluhan Pak Bonar sudah 6 bulan mengalami rasa nyeri seperti tertusuk-tusuk jarum di separoh badannya. Obat-obatan yang diminumnya hanya menghilangkan sementara saja dan kemudian nyeri-nyeri muncul lagi. Temannya menyarankan Pak Bonar untuk menjalani Hypnotherapy.
AYU (bukan nama sebenarnya), 13 tahun, menjadi anak yang baik.
Ayu seorang anak yang diadopsi dari kedua orang tuanya yang tidak bertanggungjawab semenjak bayi. Kedua Orang tua angkatnya adalah guru yang amat sangat sayang kepadanya sama seperti kepada anak kandung sendiri. Namun membesarkan dan mendidik anak memang tidak mudah, Ayu kedapatan mempunyai kebiasaan - kebiasaan buruk : .
MONIK (bukan nama sebenarnya), 10 tahun, membaik nafsu makannya dengan Hypnotherapy.
Diantar kedua orang tuanya, Monik datang untuk memperoleh bantuan Hypnotherapy. Badannya nampak kurus dan lemah, bahkan Hypnotherapy saya putuskan ditunda dahulu karena Monik di saat itu kurang enak badan. 2 hari kemudian setelah lebih sehat, sesi dilakukan dan kedua orang tua menjelaskan bahwa Monik mengalami gangguan nafsu makan yang serius. Monik hanya mau makan sedikit nasi putih dengan lauk mie instant,
GALUH (bukan nama sebenarnya), seorang dokter wanita 30 tahun asal Bali merasa ada yang salah dengan dirinya.
Masalah yang diceritakan dr. Galuh pada saya : sering muncul rasa takut dan grogi misalnya ketika mendapat pasien yang dia kenal adalah seorang yang punya jabatan tinggi di lingkungannya, contoh lain ketika mau tanda tangan menarik deposito tangan dr. Galuh gemetaran. Selain itu apabila sedang sendiri tiba-tiba muncul perasaan sedih "tanpa sebab". Itulah sebabnya
LUKMAN (bukan nama sebenarnya), 20 tahun, mahasiswa kedokteran mau mengatasi kebiasaan buruk onani.
Lukman menyadari bahwa dia sulit berhenti dari kebiasaan buruknya, onani yang dilakukan semenjak kelas 1 SMP dan bukannya dapat dikurang tetapi malah setiap hari onani. Hal ini menimbulkan peperangan bathin yang menyiksa, menimbulkan perasaan bersalah setelah melakukannya dan juga perasaan badan kurang sehat, takut kenapa-kenapa dengan organ vitalnya atau akibat buruk lain yang dia belum tahu.